SMKberbasis pondok pesantren dan sekolah vokasi lainnya bisa menyediakan konten dan bekerja sama dengan platform digital untuk mengisi program Kartu Prakerja. SMK Ponpes dan Sekolah Vokasi Sangat Terbantu oleh Program Kartu Prakerja. Jumat, 8 Mei 2020 | 15:23 WIB
PondokPesantren Modern Islam Assalam ini juga terletak di Jalan Garuda Mas Pabelan Po. Box No.286 Sukoharjo, Surakarta Jawa tengah. Pondok Pesantren Modern Islam Assalam ini merupakan pondok pesantren modern yang terdapat jenjang pedidikan umum yaitu MTS, MA, SMA, SMK, TKS dan ada juga pendidikan non Formal yaitu pendidikan tentang kesantrian.
. Semarang, NU OnlineSMK Pesantren Se-Jawa Tengah memamerkan produknya dalam sebuah acara Pameran Produk SMK Berbasis Pesantren di halaman parkir Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu-Jum’at 28-30/5. Pameran yang berlangsung 3 hari ini SMK Pesantren dari 10 kabupaten di Jateng yang meliputi Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Kebumen, Banjarnegara, dan Solo pameran ini juga diisi dengan demo produk, talkshow, job fair, festival rebana, dan akustik panitia Nur Muhammad menyatakan, kegiatan ini bertujuan menunjukkan kreativitas pesantren sebagai lembaga pendidikan.“Santri yang menempuh studi di SMK Pesantren mempunyai keahlian tanpa harus menanggalkan ciri khas pesantrennya,” ujar menambahkan, nilai plus lain selain keahlian mereka juga memiliki akhlak. “Semoga mereka ke depan berguna untuk agama dan bangsa melalui kreativitas dan perilaku luhur,” pungkasnya. Syaiful Mustaqim/Alhafiz K
- Ratusan santri di Nusa Tenggara Timur NTT mengatasnamakan Santri Dukung Ganjar NTT melakukan selawat dan doa bersama untuk keberhasilan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI 2024. Ganjar dinilai punya kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan. Ganjar Pranowo mendorong sekolah gratis khusus siswa kurang mampu di Jateng melalui program SMK Negeri Jateng "Sekolah Gratis untuk Siswa Miskin". Ada tiga daerah yang membuka sekolah gratis SMK Negeri Jateng, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Pati, dan Purbalingga. Sekolah gratis itu juga salah satu jurus jitu mengatasi kemiskinan di Jawa Tengah lewat pendidikan. Dari program tersebut, diharapkan dapat bermunculan aksi nyata Ganjar lainnya seperti SMK berbasis pesantren. Hal itu merupakan salah satu alasan mengapa para santri menggelar selawat dan doa bersama. Acara yang digelar di Pondok Pesantren Darul Aulya, Kota Kupang ini juga dihadiri oleh sejumlah ustaz, ibu-ibu majelis taklim, kiai, hingga masyarakat non-muslim. Baca Juga Soal Ancaman Jika Anies Gagal Maju Nyapres, Pendukung Ganjar Heran Kenapa Negara yang Disalahkan? "Alhamdulillah kegiatan ini dapat digelar yang mana sudah dilakukan di wilayah lainnya juga. Peserta hari ini 700 orang didukung para kiai, santri, dan masyarakat di sekitar Pondok Pesantren," ucap Koordinator Nasional Santri Dukung Ganjar, Acep Amirudin. Acep menyebut, sekolah gratis di SMK Negeri Jateng yang digagas sejak tahun 2014 itu juga meraih peringkat terbaik nasional SMK Negeri terbaik dari 37 sekolah lainnya di Indonesia pada 2020. Dia yakin, jika Ganjar terpilih menjadi presiden, akan membawa perubahan dalam dunia pendidikan khususnya SMK berbasis pesantren. "Karena memang Bapak Ganjar ini sangat memprioritaskan terhadap pendidikan terutama pendidikan sekolah dan juga pendidikan pesantren. Ke depan mungkin bisa dikolaborasikan antara pendidikan sekolah dengan pendidikan pesantren seperti SMK berbasis pesantren," ujar Acep. Senada, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Aulya, Dahrul Ihkhwanul Umar bilang, Ganjar merupakan pemimpin yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Di samping itu, Mantan Anggota DPR RI itu dinilai tak mengesampingkan sifat agamisnya dalam mengambil sebuah keputusan. "Secara pribadi penilaian saya terhadap Pak Ganjar adalah sosok yang hebat dan luar biasa. Semoga nahkoda dari negara ini dapat dipimpin oleh pemimpin yang hebat seperti Pak Ganjar Pranowo," terang Dahrul. Baca Juga Ganjar Pranowo Sebut Megawati Sosok Asta Brata Dan Minta Jangan Pensiun "Saya sangat berharap secara pribadi maupun lembaga pondok agar Bapak Ganjar minimal bisa hadir bersilaturahmi kepada kami. Lalu, memberikan motivasi terbaik kepada santri dan ustaz disini bagaimana menjadi pemimpin yang baik, tegas, dan amanah," imbuh Dahrul. Di lokasi yang sama, Koordinator Wilayah Santri Dukung Ganjar wilayah NTT, Fajri Adjam mengungkapkan, sosok Ganjar Pranowo dikenal sebagai pemimpin yang mengayomi dan dekat dengan masyarakat. "Beliau mengayomi, dekat dengan masyarakat, tokoh-tokoh agama dan merangkul kami santri-santri agar senantiasa bersama beliau. Kita akan melakukan kegiatan-kegiatan besar agar bapak Ganjar bisa dikenal lagi di Indonesia Timur, dan langkahnya bisa tercapai," tutup Fajri.
Jepara, NU OnlineSMK Walisongo Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, mendeklarasikan diri menjadi sekolah berbasis pesantren industri. Hal itu dikemukakan Sutarwi Samsul Maarif, Kepala SMK Walisongo saat ditemui NU Online di kantornya, Senin 23/6 kemarin. Menurutnya, rintisan tersebut sudah dimulai sejak 2012 silam dan akan disempurnakan tahun ajaran ini. Berbasis pesantren yang ia maksud kehidupan pesantren melingkupi sekolah yang kini memiliki empat jurusan; Kriya Tekstil, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer dan Jaringan serta Perbankan Syariah. Takdzim pada guru, disiplin, mengenakan peci bagi siswa dan kerudung bagi siswi merupakan beberapa contoh yang ia maksud. Ditambah rutinitas shalat Dhuha, jamaah shalat Dhuhur dan istighotsah menjadi penanda tradisi pesantren. Kelas IndustriTahun ini, lanjut Sutarwi, pihaknya membuka kelas industri. Kelas yang perlakuan kurikulumnya standar dengan mitra industri. Syaratnya adalah siswa yang berminat, wajib mondok/nyantri di pesantren Tahfidz Walisongo, Darul Qur’an atau Mathlaun Nasyiin. “Nilai plus kelas ini dididik tenaga pengajar yang mumpuni dan lulusannya direkomendasikan bekerja pada mitra industri,” jelasnya. Sutarwi memaparkan, rintisan berbasis pesantren tersebut ada hasil cukup memuaskan. Semisal murid semakin patuh dengan guru, kenakalan siswa mengalami penurunan dan intelektual meningkat. Kenaikan kelas tahun ini, sebutnya, mencapai 98 % yang tuntas. Sisanya 2% tidak tuntas. Disamping itu tahun lalu peringkat hasil ujian nasional tingkat kabupaten rangking 14 sekarang naik peringkat 6. “Efek positif ini InsyaAllah kami pertahankan sehingga menjadi daya tarik orang tua menyekolahkan anak-anaknya di lembaga kami,” tegasnya. Syaiful Mustaqim/Mahbib
Sejarah SMK Al Kautsar Purwokerto Perjalanan SMK di Indonesia SMK merupakan salah satu lembaga pendidikan yang pengadaannya sedang digalakkan oleh pemerintah. Berbagai pilihan program direalisasikan, mulai dari bidang IT, tata boga, tata busana, perhotelan, pariwisata, kesehatan, dan masih banyak pilihan bidang yang lainnya. Pendidikan SMK itu sendiri bertujuan "meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional". Dari tujuan tersebut, diharapkan lulusan SMK memiliki skill yang benar-benar dapat diaplikasikan di dunia kerja ketika mereka telah menyelesaikan masa pendidikannya. Pada mulanya keberadaan SMK dipandang sebelah mata oleh sabagian kalangan masyarakat, imej bahwa SMK merupakan sekolah nomor dua & pencetak anak-anak nakal cukup sulit dihapus. Namun dengan berbagai media iklan yang ada, pemerintah cukup gencar mengiklankan SMK sebagai sekolah masa depan, sekolah pencetak tenaga kerja. Banyak figur-figur yang ditampilkan sebgai contoh orang-orang sukses yang alumni SMK. Sedikit banyak, pencitraan SMK yang dilakukan oleh pemerintah cukup berhasil, hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya animo masyarakat terhadap SMK. Banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya ke SMK dengan tujuan agar kelak ketika sudah lulus, anaknya menjadi tenaga yang memiliki skill dalam bidangnya. Tentu biaya pendidikannya juga lebih mahal dibandingkan sekolah-sekolah yang non kejuruan, karena proses belajar mengajar di SMK lebih banyak dilaksanakan praktek daripada di sekolah-sekolah non kejuruan. Setidaknya ada tiga kelebihan dari pendidikan SMK ini, pertama, sistem pendidikan di SMK yang lebih mengutamakan praktek daripada teori melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam setiap bidang yang ditekuninya; kedua, lulusan SMK ini dapat mengisi peluang kerja pada dunia usaha/industri, karena terkait dengan sertifikasi yang dimilikinya; ketiga, lulusan SMK juga dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sepanjang lulusan tersebut memenuhi persyaratan, baik nilai maupun program studi atau jurusan sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan. Pendidikan Pesantren Pesantren sebagai salah pendidikan khas Indonesia atau indigenous, memiliki potensi besar untuk dapat mencetak kader-kader yang memiliki kemandirian, moralitas, dan daya juang yang tinggi. Sebab pendidikan yang dilaksanakan di pesantren menggunakan sistem full day. Mulai dari bangun tidur di pagi hari sampai tidur lagi di malam hari semuanya telah terprogram. Watak kemandirian akan diperoleh di pesantren, karena di pesantren para santri mengatur hidupnya secara mandiri. Jika di rumah ada orang tua yang mengurus segala keperluan anaknya, maka jika telah ada di pondok pesantren, santri harus mengurusnya secara mandiri. Mulai dari keperluan keuangan, kesehatan, pengaturan jadwal belajar & istirahat, dan lain sebagainya. Moralitas santri akan terwujud dari sistem yang telah terbangun di pondok pesantren. Pendidikan moralitas tersebut setidaknya diperoleh dengan berbagai cara, antara lain 1 ajaran agama yang setiap hari diperdengarkan di lingkungan pesantren; 2 ritual peribadatan yang menjadi sebuah budaya, baik dilakukan secara individual maupun secara berjamaah; 3 keteladanan dari figur-figur sentral di pesantren; 4 aturan-aturan tata tertib pesantren yang sebanarya merupakan pengejawantahan dari aturan-aturan dalam ajaran Islam. Sedangkan daya juang akan terpatri pada jiwa santri dengan beratnya perjuangan yang harus dihadapi di pondok pesantren. Kebiasaan hidup sederhana juga merupakan salah satu aspek yang juga membantu lahirnya santri yang memiliki jiwa daya juang yang tinggi. Dari paparan di atas, tampak bahwa pendidikan dan pembinaan yang dilaksanakan di pesantren lebih ditekankan kepada aspek soft skill kesadaran yang membuat seseorang termotivasi dan pantang menyerah sehingga bisa menempatkan diri di tengah orang lain secara proporsional. SMK Berbasis Pesantren Pengadaan SMK tidak hanya di kota-kota besar saja, tetapi di daerah-daerah yang dianggap mempunyai potensi, pendidikan SMK juga sudah mulai banyak berdiri. Bahkan di pondok pesantren juga telah banyak berdiri SMK dengan berbagai pilihan jurusan, misalnya di pondok pesanten Nurul Jadid dengan pilihan jurusan Teknik komputer & Jaringan, Multimedia, dan Rekayasa Perangkat Lunak. Selain itu di Wonorejo Pasuruan ada SMK Kesehatan Al-Yasini. Untuk SMK Tata Busana, telah ada di Pondok pesantren Darul Falah Temanggung Jawa tengah, dan masih banyak lagi SMK dengan berbagai jurusan yang ada di pondok pesantren. Upaya pemerintah dalam mengembangkan SMK dengan keterampilannya life skill dinilai telah cukup baik. Hal ini tampak dari mulai banyaknya produk-produk temuan anak negeri. Namun, keberhasilan tersebut hal itu harus dibarengi soft skill yang memadai sehingga memiliki sikap mental dalam beradaptasi dengan lingkungan. Karena pendidikan berbasis life skill tanpa dilengkapi dengan unsur soft skill tidak akan melahirkan generasi yang berkualitas. Seseorang yang memiliki life skill atau keterampilan tanpa sikap mental yang matang, mungkin saja tidak bersemangat dalam bekerja dan berkarya hanya karena ketidaksiapan mentalnya dalam menghadapi tantangan dan rintangan. Namun, bagi orang telah dibekali dengan pendidikan soft skill yang memadai maka dia akan menghadapi tantangan dan rintangan tersebut dengan berbagai alternatif solusi yang kreatif. Untuk pengembangan soft skill, model pembinaan & pendidikan yang diaplikasikan semestinya menggunakan authentic learning, dimana peserta didik dihadapkan pada masalah yang nyata sehingga telah terbiasa dengan berbagai persoalan dalam hidup. Ketika mereka telah terbiasa dihadapkan dengan berbagai persoalan hidup akhirnya menjadikan mereka menjadi orang yang kreatif dalam mencari solusi permasalahan. Dilihat dari realitasnya pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang pola pendidikannya sangat identik dengan authentic learning. Fenomena semakin banyaknya pondok pesantren yang mendirikan SMK, merupakan hal yang positif, karena pesantren yang menurut Gus Dur merupakan sub kultur masyarakat mau tidak mau harus merespon kebutuhan dari masyarakat secara umum, tentu semua itu disertai dengan adanya manajeman yang baik, sehingga kualias SMK yang ada di pesantren tidak kalah dengan SMK yang ada di luar pesantren. Perpaduan antara SMK dan pesantren yang masing-masing mempunyai keistimewaan akan melahirkan generasi-generasi yang benar benar handal dalam bidangnya. Pesantren dengan keunggulan soft skillnya dan SMK dengan keunggulan life skill-nya akan menjadi solusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan SMK Al-Kautsar adalah sebuah lembaga pendidikan berbasis pesantren yang tidak hanya mengedepankan keterampilan dan kemampuan intelektual saja, tetapi juga berusaha membingkai nilai-nilai religius yang diimplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Seperti disebutkan dalam visi sekolah, yaitu menjadikan SMK Al-Kautsar berbasis pesantren sebagai lembaga yang mampu menciptakan insan yang berakhlaqul karimah, memiliki kemampuan intelektual akademis, terampil, mandiri dan mampu berwirausaha. SMK ini didirikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Hidayah Karangsuci, Purwokerto dan merupakan bagian di dalamnya. SMK ini memiliki dua program keahlian yaitu Perbankan Syari’ah PBS serta Teknik Komputer dan Jaringan TKJ yang memiliki konsultan ahli di bidangnya. Kemudian ada beberapa program berbasis pesantren yaitu Tahfidzul Qur’an, Aktif Bahasa Arab dan Inggris, Soft Skill dan Life Skill, Demonstrasi Fiqh Ubudiyah dan Muamalah serta kitab kuning. Dari dua lembaga tersebutlah akan terbentuk generasi pelajar yang terampil, mandiri, dan berkarakter melalui pembinaan akhlak dan pembiasaan nilai-nilai keislaman. SMK Al-Kautsar SMK Al-Kautsar adalah sebuah lembaga pendidikan berbasis pesantren yang tidak hanya mengedepankan keterampilan dan kemampuan intelektual saja, tetapi juga berusaha membingkai nilai-nilai religius yang diimplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Seperti disebutkan dalam visi sekolah, yaitu menjadikan SMK Al-Kautsar berbasis pesantren sebagai lembaga yang mampu menciptakan insan yang berakhlaqul karimah, memiliki kemampuan intelektual akademis, terampil, mandiri dan mampu berwirausaha. SMK ini didirikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Hidayah Karangsuci, Purwokerto dan merupakan bagian di dalamnya. SMK ini memiliki dua program keahlian yaitu Perbankan Syari’ah PBS serta Teknik Komputer dan Jaringan TKJ yang memiliki konsultan ahli di bidangnya. Kemudian ada beberapa program berbasis pesantren yaitu Tahfidzul Qur’an, Aktif Bahasa Arab dan Inggris, Soft Skill dan Life Skill, Demonstrasi Fiqh Ubudiyah dan Muamalah serta kitab kuning. Dari dua lembaga tersebutlah akan terbentuk generasi pelajar yang terampil, mandiri, dan berkarakter melalui pembinaan akhlak dan pembiasaan nilai-nilai keislaman.
JAKARTA - Salah satu SMK berbasis pondok pesantren di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah telah menjadi mitra dalam pelaksanaan program pelatihan kartu pra kerja. Sekolah itu yakni SMK Balekambang Jepara. Koordinator Perhimpunan Pengasuh SMK Ponpes KH Miftahudin mengatakan program tersebut tidak hanya melibatkan pemilik platform digital raksasa saja. SMK berbasis pondok pesantren juga bisa menyediakan konten pelatihan pra kerja. "Tidak benar kalau pelatihan Pra Kerja hanya dinikmati platform digital besar. Sebagian besar justru dinikmati sama pembuat modul, konten dan lembaga pelatihan termasuk SMK berbasis Ponpes,” ujarnya dalam keterangan tulis di Jakarta, Jumat 8/5.Menurutnya SMK Ponpes lebih memilih kerja sama dan kolaborasi dengan platform Sekolahmu karena persyaratan lebih simpel, bersedia mendampingi sekolah tidak hanya membuat modul dan konten bagi guru. Sekaligus juga link dengan dunia usaha dan industri.“Kami berkepentingan dengan Kartu Pra Kerja. Sebab salah satu parameter keberhasilan sekolah vokasi kayak kami adalah menyalurkan para alumni ke dunia kerja dan dunia usaha,” Miftahudin menjelaskan melalui kartu pra kerja, pemerintah memberikan skill up bagi alumni yang menjadi peserta, dan pihak Sekolahmu membantu mencarikan link dengan dunia usaha dan dunia industri.“Jadi tidak ada monopoli dari digital platform. Sebab semangatnya kolaborasi dan saling mengisi baik pelatihan secara online seperti saat ini atau offline pada nantinya pasca Covid 19,” Anggota Fraksi Golkar Nusron Wahid menambahkan bentuk kolaborasi ini merupakan energi positif di tengah berita miring tentang pelaksanaan kartu pra kerja. "Siapa bilang Kartu Pra Kerja hanya dinikmati segelintir platform digital? Buktinya SMK Ponpes sekolah kejuruan dan vokasi. Kuncinya harus punya produk. Justru pengelola SMK merasa terbantu, karena ada yang membantu kurasi sehingga lebih mendekati ke dunia industri secara lebih nyata,” Nusron, program Kartu Pra Kerja merupakan program Presiden Jokowi yang dapat mengisi ruang kosong di tengah-tengah pendemi Covid 19.“Peserta dapat insentif uang untuk mengurangi beban hidup dan dapat skill untuk persiapan kerja atau usaha. Di tengah susah ini kita tidak boleh berhenti melatih SDM kita agar lebih produktif dan kompetitif," apabila ada pihak yang masih nyinyir dengan program ini karena belum paham dan mempunyai tendensi negatif terhadap niat baik pemerintah. “Platform digital itu hanya tampilan dari lembaga pelatihan dan sekolah vokasi yang menyediakan modul dan sarana pelatihan. Jadi biaya pelatihan itu jatuh ke lembaga pelatihan. Kalau pkatform itu hanya biaya tampilan yang sifatnya bussiness to bussines," ucapnya.
smk berbasis pesantren di jawa tengah